Kemuliaan Waktu

"Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Melainkan mereka yang beriman dan beramal soleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran". Q.S. Al-Asr : 1-3.

Dalam ayat di atas ALLAH swt. bersumpah "demi masa", jika ALLAH bersumpah atas nama mahkluk-Nya, itu menunjukkan kemuliaan makhluk tersebut, juga untuk menarik perhatian.

Dari sini dapat kita tarik pelajaran, bahwa waktu adalah salah satu makhluk ALLAH yang mulia.

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Seorang pepatah Arab pun pernah berujar, yang semakin menunjukkan kemuliaan waktu, "waktu itu lebih berharga daripada emas."

Jika kita melewatkan waktu hanya untuk sesuatu yang tidak berguna, maka sama saja bila kita telah membuang-buang emas, sedikit demi sedikit.

Waktu juga seperti air yang mengalir di sungai, anda tidak akan mampu menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya.

Oleh karena waktu itu sangat berharga, marilah kita manfaatkan untuk kebaikan di akhirat, dengan cara menambahkan ketaatan kepada Dzat Pemilik Waktu.

Dalam mengisi waktu, seseorang terkadang melakukan aktivitas jual beli, hal ini boleh-boleh saja, karena ALLAH telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Namun, sebagai orang yang cerdas, tentu kita ingin juga memperoleh pahala di setiap aktivitas kita, termasuk jual beli. Untuk menggapai hal itu, yang paling penting ialah meluruskan niat dan berjualan dengan memperhatikan batas-batas syariat.

Jika kita melakukan kegiatan-kegiatan peribadatan, boleh mengikutkan tujuan dunia ke dalam tujuan akhirat, namun tujuan akhirat tetap menjadi prioritas utama.

Contoh, melaksanakan umroh, sambil membawa dagangan. Tujuan utamanya adalah umroh, namun di samping itu ia juga membawa jualannya. Tapi tetap, umroh jadi prioritas utama, sehingga jualan tidak boleh mengganggu umrohnya.

Contoh lain, membawa dagangan ke acara ta'lim, tujuan utamanya adalah mendengarkan ta'lim, tapi di samping itu ia juga mencari uang dengan menjual.

Sebagai seorang penuntut ilmu, kita harus sangat menghargai waktu. Bahkan idealnya, seorang penuntut ilmu tidak tidur sebelum tertidur. Bedakan antara "tidur" dan "tertidur".

Terakhir, sebagai nasihat untuk kita semua. Jangan sampai kesibukan kita mengejar dunia, melalaikan kita dalam beribadah.

Wawlahu a'lam

You Might Also Like

0 komentar